
Materi kuliah online WAG malam ini bertemakan Mengajar Gaya Motivator (MGM) yang disampaikan oleh Bapak Aris Ahmad Jaya seorang motivator sekolah-sekolah unggul di Indonesia dan juga coach serta konsultan bagi sekolah-sekolah unggul di Indonesia untuk menemukan kekhasan dan kekhususan.
Beliau lahir di Pati 23 Februari 1974. Pernah diterima di dua universitas ternama di Indonesia tanpa tes yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gajah Mada (UGM). Beliau menyelesaikan gelar Dokter Hewan pada tahun 2000 di IPB dan meraih gelar Magister Manajemen di UIKA Bogor tahun 2015. Bapak Aris Ahmad Jaya merupakan pendiri sekaligus CEO di lembaga ABCo SUGESTI MOTIVATINDO yang bergerak di bidang motivasi dan konsultan bagi sekolah-sekolah unggul di Indonesia serta lembaga-lembaga baik pemerintahan maupun swasta yang ada di Indonesia.
Pak Aris menyampaikan bahwa Guru itu di bagi menjadi 2 yaitu :
1.Guru betulan
Guru betulan adalah guru yang memang dari awal ingin menjadi seorang pendidik, ingin mengajar dan memang dia ingin menjadi guru. Guru betulan ini memang seorang guru yang diidamkan, guru yang memiliki energi untuk mengajar, energi untuk bertemu dengan siswa, dan energi untuk menularkan keilmuwannya kepada anak didiknya.
2. Guru kebetulan
Guru kebetulan adalah guru yang kebetulan ada lowongan menjadi pengajar akhirnya dia menjadi guru.
Guru betulan maupun guru kebetulan harus mampu menjadi guru yang mau menerima provesinya menjadi seorang guru, menjadi guru yang mencintai profesinya, serta guru yang mau belajar. Bisa menjadi guru yang dicintai dan dirindukan oleh anak didiknya.
Berdasarkan kinerja Pak Aris membagi 3 tipe guru yaitu :
1.Guru NYASAR
Guru nyasar adalah guru yang tidak punya arah dan tujuan, murid-murid bisa membenci guru nyasar karena guru nyasar tidak berenergi, tidak punya target, dan kehadiran guru ini menjadikan jam dinding bergerak lambat.
2. Guru BAYAR
Guru bayar adalah guru yang energinya karena finansial, mengajar berdasarkan energi uang, guru ini tidak konsisten. Ketika tanggal muda dia bekerja dengan semangat tapi dia bekerja dengan tidak semangat karena tidak menghasilkan kebutuhan-kebutuhan yang tidak terpenuhi.
3.Guru SADAR
Guru sadar adalah guru yang kehadirannya menjadikan murid-murid mencintai dirinya, mencintai pelajaran dan mencintai kehidupan karena yang keluar dari mulut guru sadar adalah kata-kata yang mampu menyadarkan, pembelajaran menjadi menyenangkan.
Mengajar gaya motivator adalah sebuah teknik bagaimana anda menjadi seorang pendidik yang sadar, menyadari sepenuhnya bahwa provesi ini adalah provesi yang mulia, sebuah provesi yang mengantarkan murid-murid anda mendapatkan kepahaman keilmuwan yang baik dan benar sehingga mereka mampu menghadapi permasalahan-permasalahanya.
Empat peran seorang guru yang sesungguhnya:
1.Mengajar
2.Mendidik
3.Menginspirasi
4.Menggerakkan
Langkah Mengajar Gaya Motivator (MGM)menurut Pak Aris agar anda menjadi guru yang diterima, diizinkan dan dirindukan murid-murid :
1.Jadilah guru yang menarik dan menyenangkan
Bagaimana menjadi guru yang menarik dan menyenangkan? persiapkan diri anda supaya menjadi pribadi yang menarik.
Dalam pikiran murid ada 2 pintu :
Pintu mengizinkan yaitu murid-murid suka dengan anda dan terbuka untuk anda serta nyaman belajar dengan anda dan pintu tidak mengizinkan yaitu murid-murid tidak menyukai anda dan tidak terbuka dengan anda.
Tips membuka pintu mengizinkan supaya anak didik terbuka dengan anda yaitu masuk ke kelas dengan senyum, menyapa dengan salam yang berbeda, berikan apresiasi kepada murid-murid anda serta melakukan game sederhana dengan murid dan tangkap basah kebaikan, tempa besi selagi panas.
2. Temukan titik lebih murid-murid dan temukan nilai unggulnya
Seorang guru yang hebat adalah seorang guru yang memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk unggul melalui keunggulan yang mereka miliki. Maka keunggulan-keunggulan yang lain akan mengikutinya.
Langkah menemukan nilai tambah putra-putri didik anda agar diterima, diizinkan, dan dirindukan murid-murid anda :
1.Anda harus mampu memberikan momentum atau kesempatan hebat dari masing-masing siswa-siswi anda berdasarkan nilai lebihnya.
2.Libatkan mereka menjadi bagian dari pemain.
3.Berikan label positif untuk siswa-siswi anda.
Oleh TRIATMINI, S.Pd
SD Nglindur, Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar