Tadi malam adalah kuliah online bersama Bapak Eko Indrajit seorang dosen dan juga konsultan.
Beliau sudah mengajar semenjak di sekolah dasar, beliau besar di
kota terpencil Dumai di Riau. Mengajar sudah menjadi hobbynya dari
kecil. Sehingga tidak ada hari tanpa mengajar. Beliau mengajar macam-macam dari kecil, mulai dari mengajar
sandi-sandi pramuka, cara main sulap kartu, membuat perangkat
elektronik, dan lain sebagainya.
Ketika pandemi terjadi, semua harus berkarya dan bekerja dari rumah. dan
yang penting harus menjaga stamina tubuh agar tidak turun, sehingga
tidak mudah terserang oleh virus ini. Beliau berkata , "Nah pada saat covid, saya tidak bisa lagi mengajar secara langsung tatap
muka, kalau saya tidak mengajar, stamina menurun, kalau stamina
menurun, saya bisa tertular virus".
Maka pada hari ke 5 lockdown di rumah, beliau memutuskan untuk mengajar via streaming YouTube.
Trik menulis buku dalam seminggu menurut Pak Eko Indrajit yaitu kita harus mendisrupsi diri sendiri. sebagai contoh : Mau menulis tentang DIGITAL MINDSET.
Maka anda harus menjawab pertanyaan (dalam bentuk tulisan) sebagai berikut (5W1H):.
1: APA yang dimaksud dengan digital mindset?
1: APA yang dimaksud dengan digital mindset?
2. MENGAPA
digital mindset dibutuhkan?
3. SIAPA yang harus berubah mindsetnya?
4.
DIMANA digital mindset harus diterapkan?
5. KAPAN digital mindset
diterapkan?
6. BAGAIMANA cara menerapkannya?
Nah, satu hari tulis satu. Berarti hari keenam sudah jadi.
Nah, satu hari tulis satu. Berarti hari keenam sudah jadi.
Menulis yang baik menurut Pak Eko yaitu : tulis saja apa yang ada di kepala kita. ndak usah takut. kualitas menulis itu ditentukan oleh pembacanya. Buatlah tulisan yang tidak membuat orang lain sedih karena kita
menyampaikan hal-hal yang buruk atau jelek, menulis hal-hal yang buruk
kalau bagi saya mendatangkan energi negatif, malah akan mengganggu
kehidupan masa kini dan mendatang.
Bagaimana menjaga kondisi pemikiran agar senantiasa fokus pada apa yang kita akan tuliskan?
Menurut Pak Eko Supaya fokus, jangan menulis terlampau lama (kecuali anda membuat
penelitian atau tulisan dokumenter). Paling lambat 100 hari sudah harus
jadi. Karena kalau lama-lama, kita kehilangan folkus, dan ilmu yang mau
kita sharing sudah berkembang dan berganti lagi isunya. Pilih satu judul yang lagi trend, bahas dari sisi yang tidak pernah terlihat orang lain. misalnya masalah COVID-19.
Bagi penulis pemula, bagaimana tulisan kita bisa diterbitkan?
menerbitkan buku sekarang tidak kayak dulu. Dulu kita yang butuh
penerbit. Sekarang penerbit yang butuh kita, karena saingan mereka
adalah internet. Jadi ndak usah takut, anda buat buku, tawarkan ke semua
pemerbit.
Oleh TRIATMINI,S.Pd
SD Nglindur, Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar